Semua hal di dunia ini bermula. Hanya di mulai dengan kata-kata. Dan hari ini, duniaku akan bermula. TERCATAT. How About You?
Saturday, September 22, 2012
Be A Servant
And what does a SERVANT do?
He/she does “The Next Task”.
He/she does what is available and ready for him/her to do.
Those without such an attitude resist getting their hands dirty.
They never want to get involved in the messy part of working with people.
They always want the polished part and the popular part.
But, the TOUGH Stuff behind the scenes?
Well, give that to someone else.
God, however, will use our failures and setbacks to cultivate within us,
a SERVANT’s HEART.
That is step one.
It is all part of the Process.
---- CHARLES R. SWINDOLL ----
Some FACTS about LIFE!
1. The Valleys of Life (Adversities) Teach Us More Lessons Than The Mountains (Prosperity). Ecclesiastes says it is better to go to the house of mourning than that of feasting because you learn nothing or little from Pleasure. You learn more from PAIN.
2. LIFE IS A JOURNEY THAT MUST HAVE AN END SOMEDAY.
Are you getting ready for that end?
3. LIFE IS A MARKET WHERE WE BUY DIFFERENT THINGS.
What are you buying or selling? What will you be remembered for?
4. LIFE IS A SCHOOL WHERE WE WRITE DIFFERENT EXAMINATIONS/TESTS.
So, when the going gets TOUGH, hang on to GOD, STOP Crying and ask for GRACE to Excel.
THE WORLD NEEDS MEN
The World needs man/woman
Who cannot be bought
Whose Word is their bond
Who put character above wealth
Who possess opinions and a will
Who do not hesitate to take chances
Who will not lose their individuality in a crowd
Who will be a HONEST in SMALL THINGS as in great things
Who will make NO COMPROMISE with wrong
Whose ambitions are not CONFINED to their own selfish desires
Who will not say they do because everybody else does it
Who are true to their friends through sun and rain In adversity and in as well as in prosperity
Who are not AFRAID or ASHAMED to stand for the Truth when it is Unpopular
Who say “NO” with EMPHASIS, although the rest of the World says “YES”.
---- TED – ENGSTROM ----
Friday, September 14, 2012
MIRACLE EVERYWHERE
Kehidupan dan kematian hanya berjarak satu inchi.
Saya menyetujui pepatah di atas.
Hanya yang membedakan adalah keajaiban membawa kepada kehidupan itu sendiri, sedangkan kematian dianggap sebagai kutukan, dosa, aib atau hukuman bagi yang mengalaminya.
Ketika seseorang luput dari keadaan dan situasi tragis mereka mengalami keajaiban.
Bagi mereka yang tidak dapat diselamatkan, keadaan tersebut hanya sebagai kejadian naas.
Keajaiban dipandang sebelah mata, ukurannya adalah mereka masih hidup dari peristiwa tragis.
Pola pikir manusiawi memiliki formula (Kehidupan = Keajaiban)
MIRACULOUS SPONTANIOUS
Beberapa tahun lalu saya bertugas di Pekanbaru, Riau untuk melayani training perusahaanminyak PT Chevron Pacific Indonesia selama 26 batch.. sebelum memulai pelatihan mereka selalu mengadakan briefing akan keselamatan kerja.
Salah satunya adalah istilah “NEAR MISS” yang berarti “HAMPIR” mengalami kecelakaan, jika itu terjadi siapapun orang yang mengalami ataupun saksi wajib melapor kepada supervisor yang bertugas di lokasi tersebut.
“NEAR MISS” situasi dimana tidak ada kecelakaan, hanya “HAMPIR” celaka.
Sering kali kita mengalami hal tersebut, dan seringnya kita tidak melapor kepada supervisor, karena akan mengurangi nilai keselamatan kerja satu team.
Seringnya kita berkata “Puji Tuhan, Allhamdullilah.. kaga ada orang Chevron yang lihat…”
“NEAR MISS” bukanlah keajaiban bagi kami, ketika “NEAR MISS” terjadi tetapi tidak ada orang Chevron saat itu, maka kami menilai peristiwa tersebut sebagai KE-A-JA-IB-AN.
Sering saya mengalami “NEAR MISS” saat berkendara motor di Jakarta. Dan tentu saja tidak ada orang Chevron yang mengawasi. Tetapi itu bukanlah keajaiban, justru sebaliknya. Kejadian tersebut adalah keajaibannya. Berbeda dengan kisah di Pekanbaru.
Sebenarnya, dengan formula manusiawi (Kehidupan = Keajaiban) seharusnya manusia menyadari bahwa sesungguhnya jika seseorang hidup, berarti dia ada dalam keajaiban itu sendiri.
Hanya saja, manusia suka sesuatu yang mendekati “HAMPIR”. Saat kejadian “HAMPIR ” tiba, barulah secara spontan mereka sadar bahwa mereka baru saja mengalami keajaiban.
Proses SADAR DIRI memang membutuhkan waktu yang sangat lama, kesadaran manusia akan keajaiban hanya sebatas “HAMPIR”, padahal manusia sudah memiliki BIG PICTURE bahwa (Kehidupan = Keajaiban).
MIRACULOUS SUPERVISORIOUS
Beberapa orang dapat menyadari keajaiban disekitarnya. Bagi mereka ini bukanlah perkara supranatural melainkan hal sepele. Alam dapat menjadi media yang sangat tepat untuk menggambarkan keajaiban. Karena itu ada yang menyebutnya sebagai “KEAJAIBAN ALAM”. Tapi bagi orang tersebut hal-hal biasalah yang mereka anggap keajaiban, bagi orang-orang pada umumnya melihat “hal-hal” tersebut sebagai hal yang biasa terjadi di alam semesta.
Saya menyebut orang tersebut adalah “PENGAWAS” yang mampu melihat keajaiban dari hal-hal biasa. Berbeda dengan type “HAMPIR” sebagai orang yang mengalami keajaiban singkat, “PENGAWAS” selalu mampu melihat keajaiban dari setiap obyek yang dia perhatikan.
Orang-orang ini mendalami formula (Kehidupan = Keajaiban) serta menggali hal-hal yang baru dan dalam hidup kesehariannya selalu mengalami “AMAZING MOMENT” dari hasil penelitiannya.
Beberapa tahun yang lalu saya ikut serta sebagai member perusahaan MLM “AMWAY” sebagai orang yang tertarik dengan business plan MLM, maka saya mulai belajar dengan mengikuti pelatihan NETWORK 21. Acara demi acara saya ikuti, sebagai syarat menuju jenjang berikutnya. Dari banyak trainer yang memberikan pelatihan, hampir semuanya adalah orang-orang yang hidupnya berubah 180 derajat. Dari kehidupan sebelumnya yang morat-marit, kecanduan sampai yang sudah sukses pun beralih ke bisnis ini. Saya merasakan keajaiban ada di ruangan tersebut. SAYA MAU SEPERTI MEREKA.
Saya setia mengikuti arahan dari upline saya, dari membangun network, mendengarkan kaset, baca buku motivasi dan banyak kebiasaan positif yang perlu dibangun buat hidup saya. Hidup saya mengalami keajaiban. Saya merasakan ada yang berbeda. Saya optimis (memang dari dulu) tapi semakin disadarkan akan potensi saya. Saya mulai membayangkan berbicara di depan banyak orang dan mulai menulis pesan atau bahan materi kesuksesan.
Hingga saat ini, saya tidak pernah berbicara bahkan berdiri pun tidak di dalam pertemuan-pertemuan NETWORK 21. Tidak ada yang salah, dan tidak mau menyalahkan siapapun. Pengaruh yang positif upline saya tetap terbawa dan menjadi kebiasaan yang baik buat konsumsi pribadi.
Disinilah proses SADAR DIRI mulai ditemukan, potensi digali dan dikembangkan, yang belum berfungsi, di fungsikan. Seperti makanan yang terus dikunyah oleh sapi perahan, mungkin ini dalam tahap mengunyah yang ke empat atau lima kali.
MIRACULOUS OTOMATICOUS
Fase yang berbeda dari sebelumnya.
Yang namanya fase itu sudah pasti berjenjang, bagaikan jalur yang sistematis.
Jika ada bagian yang dilewati atau di-PASS maka, ada something missing. Istilah bayi itu PREMATUR.
Setiap orang harus melewati fase SPONTANIOUS lalu SUPERVISORIOUS barulah mereka menju level berikutnya.
Keajaiban bagaikan bernafas,
Keaiaiban bagaikan makan,
Keajaiban bagaikan mandi,
Keajaiban bagaikan bicara,
Keajaiban bagaikan melihat sekitar,
Keajaiban bagaikan tidur,
Keajaiban bagaikan ……. (isi sendiri)
Keajaiban menjadi kebutuhan
Menjadi suatu keharusan
Menjadi sesuatu yang “ESSENSSTIAL”
Menjadi sesuatu yang diperlukan
Jika tidak ada keajaiban maka, ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya (without GUILTY feeling)
Dulu waktu saya belajar naik sepeda, saya takut jatuh. Percobaan pertama, di jalanan yang sedikit menurun dengan meminjam sepeda sepupu, akhirnya saya memberanikan diri untuk terjatuh.. sakit memang, tetapi saya tidak kapok, justru menambah semangat. Saya dihentikan belajar naik sepeda bukan pada saat saya sering jatuh, melainkan sepupu saya takut kalau sepedanya rusak.
Setiap sakit perih yang diderita saat mandi akibat luka terjatuh mengingatkan saya untuk tidak mau terjatuh lagi, dan menambah semangat untuk semakin cepat naik sepeda, supaya tidak merasakan perihnya mandi. Akhirnya dalam beberapa hari saya bisa lancar naik sepeda. Bangga karena menang dari kejatuhan.
Jika saat ini ada orang yang meminta untuk melupakan cara naik sepeda, saya akan sangat kebingungan. Tidak akan bisa!!! Bukan karena perasaan bangga saat bisa naik sepeda, bukan karena saya menang dari kejatuhan, bukan karena apa-apa, memang tidak bisa. SUDAH OTOMATIS. Dibayar satu Milyar pun tidak akan bisa, dihipnotis sih bisa. Pura-pura saja. ORA ISO REKK!!!!
Sama halnya dengan berenang, sekali bisa tidak akan bisa dilupakan. Sama halnya dengan bernafas, sekali bernafas akan seterusnya bernafas. Sama halnya dengan tidur, manusia membutuhkan tidur sebagai bentuk istirahat bagi jiwa dan raga.
Keajaiban ada dimana-mana, karena sudah menjadi keharusan. Keajaiban adalah gaya hidupnya. Formula (Kehidupan = Keajaiban) sudah mendarah daging dan menyatu dengan Pikiran, Perasaan dan Kehendak. Sedangkan Keajaiban itu sendiri merupakan ROH dari kehidupan.
OTOMATIS, sama dengan AUTO-PILOT. Sebelum AUTO-PILOT ada fase MANUAL.
Pesawat terbang dikemudikan dengan MANUAL terlebih dahulu, ketika sampai di titik aman, barulah seorang pilot akan mengaktifkan AUTO-PILOT atau OTOMATIS. Demikian juga dengan mobil OTOMATIS, sudah ada sistem MANUAL untuk menjalankan mobil secara OTOMATIS.
Bangunlah hidupmu dengan MANUAL dan dengan demikian Keajaiban yang OTOMATIS akan terjadi atas hidupmu.
MIRACULOUS HAPPEN….
2010 Miraculous Journey
2,5 tahun lalu saya meninggalkan halaman ini,
2,5 tahun sudah saya menjalani bahtera rumah tangga,
banyak keajaiban terjadi selama masa-masa itu hingga hari ini.
dimulai dari Februari - April 2010
inilah waktu dimana saya mempersiapkan pernikahan kami.
waktu yang sangat singkat, sepulang dari Cape Town, South Africa langsung planning untuk 6 bulan kedepan.
dimasa persiapan tersebut bulan Februari saya harus berangkat menuju Johannesburg & Pretoria South Africa untuk survey World Cup 2010 bersama Manna Project.
banyak pengalaman luar biasa terjadi disana.
peristiwa yang paling saya ingat adalah hubungan saya, k yohanes dan k anny pangellah semakin dalam. kita share hidup, pengalaman suka dan duka, termasuk dapat bimbingan pra-nikah dari mereka berdua.
berjumpa dengan Mrs. Crystal merupakan keajaiban, mengingat masa lalu dia yang hampir mati oleh perampok yang masuk ke kantornya, tetapi ajaib Tuhan menyelamatkan hidupnya saat dia berdoa untuk perampoknya.
berjumpa dengan Lebohang (Lebo) my ISLS classmate asli Joburg dan menemani dia saat bertugas jadi wasit di pretoria. ada kejadian entah lucu atau memalukan.
lucu karena saya bisa ceritakan sekarang.
memalukan karena itu saya baru cerita sekarang, setelah sadar bahwa itu jadi lucu.
saat menemani Lebo, tiba-tiba perut saya sakit pengen "pups" akhirnya saya keliling stadion tua, dan hal yang menakutkan saya lihat dan masih terngiang-ngiang.
Toiletnya tidak ada yg layak untuk digunakan.
3 ruangan semuanya bau dan menjijikkan.
banyak sisa baju bekas, tisu bekas, suntikan bekas,
kotoran manusia dimana2 kaya orang nembak jauh dari sasaran,
bangkai binatang dari tikus kecil, besar lalu burung merpati sampai kucing dan tulang anjing (tengkoraknya)
yang jadi masalah adalah perut saya bukan kondisi toiletnya.
saya coba minta tisu, tapi tidak ada yg punya, koranpun nga ada.
akhirnya, saya memutuskan untuk "pups" disalah satu ruangan tersebut. TERPAKSA...
dengan perasaan was-was, kuatir yg bercampur aduk saya melepaskan semua dilema di "lobang itu"
masalah berikutnya adalah saya tidak memiliki material untuk membersihkan "bagian bawah saya" ahh sebut aja pantat...
tanpa pikir panjang lagi, pengen buru2 keluar dari neraka duniawi itu,
saya membersihkan dengan celana dalam saya... iihhhhhrrrrrggggg
setidaknya saya lebih lega dan HIGIENIS...
seharian dari stadion sampai rumah tanpa menggunakan CD.
"there is one day without Underwear at Johannesburg"
suatu pengalaman luar biasa.. saya tidak perlu menuliskan perjalanan saya selanjutnya tanpa CD..
pulang langsung mandi... 2 kaliii...
keesokan harinya saya ketemu Jasper & Alti our parents in ISLS walau mereka sama-sama classmate.. dan share tentang hidup trus menawarkan untuk tinggal, sorry nga cuma tinggal tapi pindah setelah menikah ajak irma dan buat camp site dan menawarkan irma untuk mengajar di satu sekolah. tapi setelah menikah niat tersebutpun urung dilakukan karena panggilan Ilahi.
Pulang dari Johannesburg, saya fokus dalam pernikahan kami..
keajaiban demi keajaiban terjadi.
saat itu butuh uang sekitar 100 juta.
sedangkan duit di bank (kita berdua) kalo total cuma 5 juta.
cuma doa yang bisa dipanjatkan saat itu, inilah my speechless prayer..
udah nga bisa ngomong lagi, cuma bilang "Tuhan, loe tau kan apa yang gw butuhkan
1 bulan sebelum sampai hari H inilah yang terjadi:
1. K Peter dan istri memberkati kami untuk membeli cincin pernikahan
2. Manna Project juga turut memberkati untuk souvenir sebanyak 500-700 konteiner
(cikal bakal konteiner yg dikirim ke World Cup)
3. Yuliani memberkati dengan design kartu undangan, souvenir, dll dan support kita berdua
4. Iyul (koko paling gede)dan istri memberkati dengan mencetak kartu undangan free
5. family buat baju sendiri2, jadi nga perlu bayarin buat baju. (inisiatif)
6. Robby memberkati dengan meminjamkan Mercedes S 300 1968 Batman untuk jadi mobil pengantin yang unik dan antik, yang lebih keren, gw yg drive...
7. Eko Black dengan dekorasinya.. thanks buat balonnya di swimming pool, kaya "UP"
8. Bang Ferdy Jambronk nge-MC and leading worship
9. Albert (abe) & Andri dan R4J yang bermain musik, bantuin banyak hal. senengnya punya anak2 yang dibina dari mereka muda. sesungguhnya saya menerima upah yang luar biasa dari apa yang sudah mereka berikan.
10. Ronalad (sepupu)dan Robby dan beberapa orang meminjamkan duit cash total 65 juta. yang dipinjamkan tanpa bunga dan dikembalikan setelah buka angpao.
setelah buka angpao kita bisa membayar hampir semua pinjaman kita.
wedding party kelar dengan penuh keajaiban.
kunci cuma "PERCAYA"
Monday, January 18, 2010
Black & White
White people like a paper
Black people like an ink
When they meet together
A story is written
perbedaan selalu membuat rusuh dan ricuh
konflik adalah bumbu penyedap kehidupan
reaksinyapun berbeda-beda
kadang kala menjadi sebuah sensasi yang menyenangkan
kadang kala dapat menjadi kenangan yang membuat rindu
bahkan membuat seseorang merasakan daya tarik tersendiri
perbedaan selalu sensasional dalam hidup ini
semua bau yang dapat tercium
semua rasa yang dapat dikecap
semua suara yang sudah terdengar
semua kata-kata yang telah terucap
semua bentuk dan gesture yang dapat diraba dan rasakan
tidak dapat menggantikan semua kenikmatan dari perbedaan.
White people like a paper
Black people like an ink
When they meet together
A story is written
perbedaan selalu membuat rusuh dan ricuh
konflik adalah bumbu penyedap kehidupan
reaksinyapun berbeda-beda
kadang kala menjadi sebuah sensasi yang menyenangkan
kadang kala dapat menjadi kenangan yang membuat rindu
bahkan membuat seseorang merasakan daya tarik tersendiri
perbedaan selalu sensasional dalam hidup ini
semua bau yang dapat tercium
semua rasa yang dapat dikecap
semua suara yang sudah terdengar
semua kata-kata yang telah terucap
semua bentuk dan gesture yang dapat diraba dan rasakan
tidak dapat menggantikan semua kenikmatan dari perbedaan.
Thursday, September 24, 2009
Imagine this
dedicate for all my friend,
ini pemandangan yang setiap hari ku lihat
hamparan rerumputan hijau yang berkilau
sadarkah, ketika kita melihat terlalu lama
maka mata kita akan mulai "kabur" akan keadaan sekitar dan hanya akan fokus pada hijaunya rumput.
Tahukah anda? wanita pemetik daun teh, memiliki penyakit mata yang dapat membuat mereka buta?
Mereka bekerja untuk memetik daun teh pilihan, di hamparan daun teh yang luas, sejauh mata memandang hanya warna hijau yang terlihat.
setiap saat hal ini terjadi, mata mereka akhirnya kehilangan sensitifitasnya untuk melihat warna lain selain hijau.
Tetapi ada satu pohon yang menjadi harapan mereka, jika mata mereka terlalu lelah atau kehilangan fokus akibat terlalu memfokuskan pada satu warna, maka mereka akan melihat ke pohon ini.
Teman saya menamakan pohon ini adalah "Christmas Tree", pohon yang terlihat biasa saja, dari daunnya anda akan dapat bedakan, daunnya berwarna warni, tidak hijau, tetapi ada yang merah dan kuning. pohon inilah yang membantu untuk "relaksasi" bagi mata para pemetik daun teh.
Ketika kita kehilangan fokus karena terlalu berfokus, kepada apakah atau siapakah yang menjadi "relaksasi" hidupmu?
Ketika keluarga kita mulai terabaikan karena kita terlalu sibuk bekerja, siapakah yang menjadi penengah?
Dan jangan sampai anda tidak berfokus, akibatnya adalah apapun yang anda petik bukanlah hasil yang terbaik.
Seimbangkanlah hidupmu. Anda tahu mana yang terbaik bagi hidupmu.
ini pemandangan yang setiap hari ku lihat
hamparan rerumputan hijau yang berkilau
sadarkah, ketika kita melihat terlalu lama
maka mata kita akan mulai "kabur" akan keadaan sekitar dan hanya akan fokus pada hijaunya rumput.
Tahukah anda? wanita pemetik daun teh, memiliki penyakit mata yang dapat membuat mereka buta?
Mereka bekerja untuk memetik daun teh pilihan, di hamparan daun teh yang luas, sejauh mata memandang hanya warna hijau yang terlihat.
setiap saat hal ini terjadi, mata mereka akhirnya kehilangan sensitifitasnya untuk melihat warna lain selain hijau.
Tetapi ada satu pohon yang menjadi harapan mereka, jika mata mereka terlalu lelah atau kehilangan fokus akibat terlalu memfokuskan pada satu warna, maka mereka akan melihat ke pohon ini.
Teman saya menamakan pohon ini adalah "Christmas Tree", pohon yang terlihat biasa saja, dari daunnya anda akan dapat bedakan, daunnya berwarna warni, tidak hijau, tetapi ada yang merah dan kuning. pohon inilah yang membantu untuk "relaksasi" bagi mata para pemetik daun teh.
Ketika kita kehilangan fokus karena terlalu berfokus, kepada apakah atau siapakah yang menjadi "relaksasi" hidupmu?
Ketika keluarga kita mulai terabaikan karena kita terlalu sibuk bekerja, siapakah yang menjadi penengah?
Dan jangan sampai anda tidak berfokus, akibatnya adalah apapun yang anda petik bukanlah hasil yang terbaik.
Seimbangkanlah hidupmu. Anda tahu mana yang terbaik bagi hidupmu.
Friday, August 28, 2009
"My Bucket List"
My Dream Come True
- Go Around the world, at least 10% of countries, it's mean more less 25 countries.
- I will going to Metro Ministries, New York - USA. Learn from Bill Wilson Directly.
- I will have $ 40.000 at 2010. $ 10.000 for wedding party; $ 10.000 for Apartment; $ 10.000 for Car; $ 10.000 for Capital Financial
- I will build "The Stellenbosch Camp Site", Refreshment place, Green Living, Waterfall, Hills, River, Hiking Trek, Guest House, Sport's Field, Swimming Pool, Conservation, Hi Rope Stations, Buses, Hot Spot and Product Homemade.
- I will be an Expert Trainer in Central Asia for Sports, Human Resources, Children and Environmental Awareness Training.
- Every Project's in a future will be supported by Goverment for Funding, Facilities, Human Resources, Securities, Media and Permission.
- My life will be Inspiration and Influence for new generations. If somebody put my name in a search web, they will find a stories of my life as a most Inspiring & Influencing People.
- I will release a books of games, books of my life and journey's and books for children.
- Inspired by "Pursuit of Happiness". I will build a guest house for homeless, they can stay at least 3 days and 2 nights.
Thursday, August 20, 2009
SERVANTHOOD
BE A SERVANT
And what does a SERVANT do?
He/she does “The Next Task”.
He/she does what is available and ready for him/her to do.
Those without such an attitude resist getting their hands dirty.
They never want to get involved in the messy part of working with people.
They always want the polished part and the popular part.
But, the TOUGH Stuff behind the scenes?
Well, give that to someone else.
God, however, will use our failures and setbacks to cultivate within us, a SERVANT’s HEART.
That is step one.
It is all part of the Process.
---- CHARLES R. SWINDOLL ----
And what does a SERVANT do?
He/she does “The Next Task”.
He/she does what is available and ready for him/her to do.
Those without such an attitude resist getting their hands dirty.
They never want to get involved in the messy part of working with people.
They always want the polished part and the popular part.
But, the TOUGH Stuff behind the scenes?
Well, give that to someone else.
God, however, will use our failures and setbacks to cultivate within us, a SERVANT’s HEART.
That is step one.
It is all part of the Process.
---- CHARLES R. SWINDOLL ----
Wednesday, August 19, 2009
Max Jones (12 tahun)
Seorang anak laki-laki AS telah membuat jejaring video yang mengkhususkan diri pada semua berita baik di dunia karena ia berpendapat berita hari ini terlalu membuat depresi.
Max Jones, anak sekolah yang berusia 12 tahun dari Orlando, Florida, sudah mendirikan Weekend News Today dengan alamat www.hnheadlines.com. Di jejaring itu ia menjadi "petugas senior".
Ia juga menetapkan sasaran untuk memimpin jaringan dengan 15 laman pada masa depan. Jejaring tersebut menarik minat 5.000 pengunjung sehari dan telah menarik perhatian banyak remaja yang tak dibayar dari seluruh dunia untuk menulis dan mengedit isi tulisan serta video."Saya benar-benar berpendapat bahwa seseorang dapat membuat perbedaan di dunia, hanya dengan sedikit demi sedikit," kata Max Jones.
Max Jones memperoleh gagasan semacam itu ketika ia menyaksikan retrospektif akhir tahun mengenai tayangan Today. Ia menjadi tertarik pada jurnalisme dan mengubah WC kamar tidurnya jadi studio televisi pada Desember 2008. "Anda memiliki demikian banyak kesempatan dengan menjadi wartawan, dan Anda dapat menyaksikan banyak hal yang orang lain takkan dapat lihat. Saya hanya ingin ke luar ke sana sekarang, dan saya ingin memulai banyak hal sebelum orang lain melakukannya. Saya ingin unggul dalam permainan," kata anak sekolah tersebut.
Ia biasanya menghabiskan waktu selama lima jam setiap pekan—dan lebih banyak lagi pada musim panas untuk mencatat segmen videonya di rumah dan di satu laboratorium komputer. "Ini adalah anak muda yang muncul untuk mengubah dunia, dan ia sangat peduli dengan dunia, dan ia sangat muda," kata Lillian Wu, yang berusia 18 tahun dan menulis untuk Weekend News Today."Ini sungguh memberi ilham.
Begitu banyak orang yang lebih tua bahkan tak peduli sama sekali atau benar-benar tidak acuh, dan ia tampil dengan membuat suaranya didengar, dan ia baru berumur 12 tahun," katanya.
Tuesday, August 18, 2009
"Dear : Mr. President"
Melissa and friends geared up to do what it takes to save Earth
National Catholic Reporter, March 13, 1998 by Teresa Malcolm
In the summer of 1989, an episode of the television show "Highway to Heaven" disturbed Melissa Poe in Nashville, Tenn. The 9-year-old saw an angel played by Michael Landon take the viewer 25 years into the future and show what the earth would look like if no solutions to environmental problems were found. The earth was dead, there were no trees, children were dying of cancer.
"It showed the world that was my future, and it was a world I couldn't survive in," said Poe, whose family worships at St. Henry Parish in the Nashville diocese.
Landon spoke at the end of the television show, saying it was not too late to change this bleak future. Trish Poe could see that her daughter was upset and encouraged her to deal with those feelings by taking action. But even her mother was amazed by the persistence and dedication Poe showed -- and where her activism would take her. "Believe me. I had no idea," Trish Poe said.
Now 18, Poe has traveled across the United States and as far as Brazil in her work for the environment. She is the founder of Kids For a Clean Environment or Kids F.A.C.E., a worldwide children's environmental organization she led for eight years.
After watching the "Highway to Heaven" episode, Poe wrote a letter to then-President George Bush, telling him how concerned she was and asking him to help. The president seemed an ideal choice to spread the word about saving the environment.
"She figured he could get on television any time he wanted," Trish Poe recalled. "When he wanted," write her back, she decided it was up to her to get people involved."
The president eventually did reply, Poe said. Several months later, the White House sent a form letter that told her to stay in school and not do drugs. There was no mention of the environment. "At first it made me angry, but then it just made me want to do something more," she said.
Poe was recycling, planting trees, talking to friends and writing letters to newspapers and politicians -- "just anything to get involved," she said. She recruited six friends to form Kids F.A.C.E. at Percy Priest Elementary School.
She called billboard companies and convinced them to donate advertising space. By April of 1990, she had 250 billboards with her letter to Bush posted across the United States.
With the billboards, local news coverage of her activities and an appearance on the "Today Show," Poe began to receive letters from other children asking what they could do. Poe suggested to them that they start their own Kids F.A.C.E. club at school. The result is that Poe's club has grown from her six friends to 300,000 members in 20 countries. The organization's newsletter, Kids F.A.C.E. Illustrated, goes out to over 3 million people.
In addition to being an informational resource for Kids F.A.C.E. chapters, the organization has held leadership workshops for children, training them in public speaking and environmental issues. So far they have held about 10 and hope to conduct four a year.
"Kids were the one that heard the message and they were the ones who responded to the call for help," said Trish Poe.
Trish Poe gave up her plant leasing business to work for Kids F.A.C.E. Her husband, Pat, was the group's primary financial supporter in the beginning. Eventually expenses grew beyond the family's means, and the organization acquired funding from Wal-Mart, still a major sponsor.
In addition to doing the day-to-day work needed to run Kids F.A.C.E., Melissa Poe was increasingly sought after as a speaker. She spoke at the 1992 Earth Summit in Brazil. "You took a family who rarely even went on vacations, and suddenly the two women in the family are headed off to California, Florida and Brazil!" Trish Poe told NCR.
Adults function in a supportive role in the organization, primarily through membership on the Chalk Board -- so called because the group's 9-year-old founder couldn't remember advisory board. Past Chalk Board members have included Michael Landon and then-Sen. Al Gore of Tennessee, who was one of the first people to respond to Poe's letters.
Poe herself will continue to be on the board, but in October 1997, she stepped down as president, handing the reins over to Rachel Jones and Ashley Craw, both 15. Poe said she is too old to lead the organization. "There's a lot of clubs out there that say they're run by kids, but that's not exactly true," she said.
Poe, a senior at Father Ryan High School in Nashville, thinks she will always be an advocate for environmental causes, but she is not sure she wants to make that a career. Thanks to her many appearances on television, one of her dreams is broadcast journalism, allowing her to turn the tables and be an interviewer. She also has her eye on a political career, with a big ambition: to be president. "And I will always write my letters back right!" she promised.
Meanwhile, she is applying for college next fall and will continue in Kids F.A.C.E. as a mentor for their projects, such as the new "One In a Million" campaign
Kids F.A.C.E.'s newsletter and Web site (www.kidsface.org) has publicized the campaign, giving members information on how to raise the funds for a tree, where and how to plant it and how to care for it. The One In a Million Project was launched Nov. 3, with Tennessee Gov. Don Sundquist planting the first tree at Father Ryan High School.
"Sometimes people think they can't do much, because they're only one person," Poe said. "But we need that one person. When you think in terms of total world Population, one in a million becomes a big number. One in a million can make a difference."
National Catholic Reporter, March 13, 1998 by Teresa Malcolm
In the summer of 1989, an episode of the television show "Highway to Heaven" disturbed Melissa Poe in Nashville, Tenn. The 9-year-old saw an angel played by Michael Landon take the viewer 25 years into the future and show what the earth would look like if no solutions to environmental problems were found. The earth was dead, there were no trees, children were dying of cancer.
"It showed the world that was my future, and it was a world I couldn't survive in," said Poe, whose family worships at St. Henry Parish in the Nashville diocese.
Landon spoke at the end of the television show, saying it was not too late to change this bleak future. Trish Poe could see that her daughter was upset and encouraged her to deal with those feelings by taking action. But even her mother was amazed by the persistence and dedication Poe showed -- and where her activism would take her. "Believe me. I had no idea," Trish Poe said.
Now 18, Poe has traveled across the United States and as far as Brazil in her work for the environment. She is the founder of Kids For a Clean Environment or Kids F.A.C.E., a worldwide children's environmental organization she led for eight years.
After watching the "Highway to Heaven" episode, Poe wrote a letter to then-President George Bush, telling him how concerned she was and asking him to help. The president seemed an ideal choice to spread the word about saving the environment.
"She figured he could get on television any time he wanted," Trish Poe recalled. "When he wanted," write her back, she decided it was up to her to get people involved."
The president eventually did reply, Poe said. Several months later, the White House sent a form letter that told her to stay in school and not do drugs. There was no mention of the environment. "At first it made me angry, but then it just made me want to do something more," she said.
Poe was recycling, planting trees, talking to friends and writing letters to newspapers and politicians -- "just anything to get involved," she said. She recruited six friends to form Kids F.A.C.E. at Percy Priest Elementary School.
She called billboard companies and convinced them to donate advertising space. By April of 1990, she had 250 billboards with her letter to Bush posted across the United States.
With the billboards, local news coverage of her activities and an appearance on the "Today Show," Poe began to receive letters from other children asking what they could do. Poe suggested to them that they start their own Kids F.A.C.E. club at school. The result is that Poe's club has grown from her six friends to 300,000 members in 20 countries. The organization's newsletter, Kids F.A.C.E. Illustrated, goes out to over 3 million people.
In addition to being an informational resource for Kids F.A.C.E. chapters, the organization has held leadership workshops for children, training them in public speaking and environmental issues. So far they have held about 10 and hope to conduct four a year.
"Kids were the one that heard the message and they were the ones who responded to the call for help," said Trish Poe.
Trish Poe gave up her plant leasing business to work for Kids F.A.C.E. Her husband, Pat, was the group's primary financial supporter in the beginning. Eventually expenses grew beyond the family's means, and the organization acquired funding from Wal-Mart, still a major sponsor.
In addition to doing the day-to-day work needed to run Kids F.A.C.E., Melissa Poe was increasingly sought after as a speaker. She spoke at the 1992 Earth Summit in Brazil. "You took a family who rarely even went on vacations, and suddenly the two women in the family are headed off to California, Florida and Brazil!" Trish Poe told NCR.
Adults function in a supportive role in the organization, primarily through membership on the Chalk Board -- so called because the group's 9-year-old founder couldn't remember advisory board. Past Chalk Board members have included Michael Landon and then-Sen. Al Gore of Tennessee, who was one of the first people to respond to Poe's letters.
Poe herself will continue to be on the board, but in October 1997, she stepped down as president, handing the reins over to Rachel Jones and Ashley Craw, both 15. Poe said she is too old to lead the organization. "There's a lot of clubs out there that say they're run by kids, but that's not exactly true," she said.
Poe, a senior at Father Ryan High School in Nashville, thinks she will always be an advocate for environmental causes, but she is not sure she wants to make that a career. Thanks to her many appearances on television, one of her dreams is broadcast journalism, allowing her to turn the tables and be an interviewer. She also has her eye on a political career, with a big ambition: to be president. "And I will always write my letters back right!" she promised.
Meanwhile, she is applying for college next fall and will continue in Kids F.A.C.E. as a mentor for their projects, such as the new "One In a Million" campaign
Kids F.A.C.E.'s newsletter and Web site (www.kidsface.org) has publicized the campaign, giving members information on how to raise the funds for a tree, where and how to plant it and how to care for it. The One In a Million Project was launched Nov. 3, with Tennessee Gov. Don Sundquist planting the first tree at Father Ryan High School.
"Sometimes people think they can't do much, because they're only one person," Poe said. "But we need that one person. When you think in terms of total world Population, one in a million becomes a big number. One in a million can make a difference."
Monday, August 17, 2009
Hermanus
Suatu hari di bulan juli.
Perjalanan menakjubkan melintasi pegunungan dan bukit.
Di balik bukit batu, bentangan pantai berpasir putih menanti.
Hermanus...
Pantai misterius nan eksotis...
Saat dimana perjumpaan buih-buih cinta antara Atlantic dan Hindia
menjadikan pantai ini penuh "kehangatan cinta"...
Ikan paus menjadi simbol kota kecil ini.
Dan keberuntungan tiba, saat ini adalah waktu dimana koloni mamalia ini melahirkan dan membesarkan anak-anaknya.
Induknya akan melahirkan dan membesarkannya dengan didampingi kedua orang tuanya, dan akan menjaga dengan nyawanya, hingga sang anak siap menuju perjalanan bawah laut melintasi 7 samudera.
berkali-kali mereka memperlihatkan kekuatan dari hempasan ekornya ke udara.
Pemandangan Menakjubkan..
Tak terlupakan...
Disamping itu juga, pantai yang terletak 1,5 jam dari Cape Town merupakan lokasi konsentrasi terbesar di dunia bagi koloni Hiu Putih atau biasa disebut "The Great SHARK".
Koloni ini hanya menuju lokasi ini untuk berburu, karena saat-saat ini adalah dimana rantai makanan terpusat ke satu titik "kehangatan cinta".
Untungnya saat itu hanya tarian ekor GREAT WHEAL yang terlihat,
dan beruntungnya tiba-tiba di pinggir pantai ada seekor PINGUIN yang terlihat "sekarat" seolah-olah kebingungan mungkin karena dia kehilangan komunitasnya.
Entah, pinguin ini takut dengan Great SHARK, atau karena dia merasa sendirian?
Meskipun sudah dikembalikan ke laut, dia tetap kembali ke pantai.
3 hewan yang dapat memberi pelajaran kehidupan bagi kita.
Komunitas..
Seberapa penting komunitas bagi kehidupan kita?
Apakah komunitas anda memberi perlindungan, arahan dan membangun hidup?
SEPERTI APAKAH KOMUNITAS ANDA?
Koloni ikan paus, koloni ikan hiu putih atau "Lonely Pinguin"?
Perjalanan menakjubkan melintasi pegunungan dan bukit.
Di balik bukit batu, bentangan pantai berpasir putih menanti.
Hermanus...
Pantai misterius nan eksotis...
Saat dimana perjumpaan buih-buih cinta antara Atlantic dan Hindia
menjadikan pantai ini penuh "kehangatan cinta"...
Ikan paus menjadi simbol kota kecil ini.
Dan keberuntungan tiba, saat ini adalah waktu dimana koloni mamalia ini melahirkan dan membesarkan anak-anaknya.
Induknya akan melahirkan dan membesarkannya dengan didampingi kedua orang tuanya, dan akan menjaga dengan nyawanya, hingga sang anak siap menuju perjalanan bawah laut melintasi 7 samudera.
berkali-kali mereka memperlihatkan kekuatan dari hempasan ekornya ke udara.
Pemandangan Menakjubkan..
Tak terlupakan...
Disamping itu juga, pantai yang terletak 1,5 jam dari Cape Town merupakan lokasi konsentrasi terbesar di dunia bagi koloni Hiu Putih atau biasa disebut "The Great SHARK".
Koloni ini hanya menuju lokasi ini untuk berburu, karena saat-saat ini adalah dimana rantai makanan terpusat ke satu titik "kehangatan cinta".
Untungnya saat itu hanya tarian ekor GREAT WHEAL yang terlihat,
dan beruntungnya tiba-tiba di pinggir pantai ada seekor PINGUIN yang terlihat "sekarat" seolah-olah kebingungan mungkin karena dia kehilangan komunitasnya.
Entah, pinguin ini takut dengan Great SHARK, atau karena dia merasa sendirian?
Meskipun sudah dikembalikan ke laut, dia tetap kembali ke pantai.
3 hewan yang dapat memberi pelajaran kehidupan bagi kita.
Komunitas..
Seberapa penting komunitas bagi kehidupan kita?
Apakah komunitas anda memberi perlindungan, arahan dan membangun hidup?
SEPERTI APAKAH KOMUNITAS ANDA?
Koloni ikan paus, koloni ikan hiu putih atau "Lonely Pinguin"?
First Day
sebuah perjalanan yang menakjubkan
pengalaman yang tak terlupakan
keraguan berubah menjadi kepastian
impian menjadi kenyataan
pengalaman yang tak terlupakan
keraguan berubah menjadi kepastian
impian menjadi kenyataan
Subscribe to:
Posts (Atom)